Whats Wrong With Being Ordinary ?



Hampir semua orang berkeinginan untuk menjadi lebih dari orang lain. Entah itu menjadi lebih pintar, lebih cantik, lebih tenar, lebih istimewa, dan sejuta kebaikan yang lain. Hingga rasanya, menjadi biasa saja dianggap membosankan, useless, bahkan underrated.

Apakah aku tidak ingin menjadi lebih dari orang lain ? Dulu iya. Jadi lebih dari orang lain rasanya adalah kewajiban. U have to be number one, u have to be famous, u have to get much attention, u have to be perfect, dan tuntutan lain yang dibuat wajib sama kepala sendiri. Sekarang ? Iya, tetap ingin menjadi lebih, tetapi tidak lagi menjadi lebih dari orang lain, melainkan menjadi lebih dari diri sendiri di waktu dulu.

Aku pernah ngerasain apa yang namanya hidup underspotlight. Apa rasanya ? Lucu. Hidup underspotlight berarti hampir semua orang mengenalmu, hampir semua orang menaruh ekspektasi mereka ke dirimu. Sampe kadang susah bedain “ini sebenernya ekspektasi siapa sih yang lagi w usahain buat penuhin ? Punyaku apa punya mereka?”

Akhirnya, I try to being ordinary. Iya benar, menjadi biasa.

Jadi biasa aja bukan berarti cahayamu mati dan kemudian live without dreams. Jadi biasa aja bukan berarti kita berhenti buat upgrade skill di diri kita, bukan berarti standar kita turun di mata dunia, bukan berarti juga “nrimo ing pandum” dan gak bergerak ke arah yang yang lebih baik.

Menjadi biasa saja, adalah tentang :

  • ·         Bebas drama, feel free, dan tentunya bebas konten.
  • ·         Low profile, high quality.
  • ·         Have your own live standard
  • ·         Menerima dirimu sendiri apa adanya, embrace our ordinary human life with all the limitations, unpredictabilities and disappointments that come with it, dan tetap meberikan manfaat ke orang sekitar tanpa peduli kita akan mendapat “spotlight” atau tidak.

Trus, apa istimewanya jadi biasa aja ?

Rasanya hidup tanpa perlu ikut trend, tanpa perlu menuhin ekspektasi orang lain, tanpa perlu bingung nyamain standart ya tentunya menenangkan. Being ordinary is being original.

How to being ordinary ?

Accept yourself as you are, find what you need, find what you want, upgrade your skill, then express your extraordinaries with your ways.

Selamat mencoba menjadi biasa

“Saat banyak kepala sibuk jadi sempurna, sederhana jadi langka rasanya” –Marchella FP

 


Comments

Popular posts from this blog

Sore Yang Sama

INTRODUCE