#UntukKitayangMengalamiPenolakan
Tulisan ini dibuat
tanpa riset literasi apapun, ditulis dari hati berdasar pengalaman diri sendiri
dan orang sekitar.
Jadi ? Siapa yang
pernah terhindar dari penolakan ? Setiap orang pasti pernah mengalami apa yang
namanya “ditolak”, “tidak diterima”, atau sejenis istilah lain yang intinya
sama “not accepted”.
Apapun namanya,
bagaimanapun cara mengatakannya, dimanapun tempatnya, yang namanya ditolak
tidak akan membuat pihak yang tertolak bahagia. Bahkan orang yang ingin ditolak
pun tetap akan merasa sedikit “berpikir” ketika benar-benar menerima penolakan
yang ia inginkan.
Kenapa harus ada
penolakan ?
Hmm, sekarang kita
balik pertanyaannya. Apa jadinya kalau semua diterima ? Banyak kemungkinannya.
Kalian tau toples ? Satu toples aja, kadang gak muat buat nampung satu ball kue
kiloan. Apa jadinya kalau dipaksakan ? Kuenya bakal ancur, bentuknya gak
aesthetic lagi, tampilannya malah jadi jelek kan ?
Kalian tau botol kecap
? Apa jadinya kalau dijadikan tempat cookies ? Cocok ? Tentu tidak. Apa jadinya
kalau dipaksakan ? Yaudah, ancur cookiesnya. Botol kecap paling-paling bisa
diisi air, diisi minyak, dan diisi benda-benda yang memang cukup.
Its same with u. Kenapa
kalian ditolak ? Simple. This is not your place, this is not for you, this is
not “the best” for you. Dan Allah mau, kalian accepted di tempat yang memang ga
bakal ngancurin keindahan yang udah kalian punya.
Okey, maybe ilustrasi
di atas bisa kalian terapin pas ditolak sebuah lembaga. Semangat !!
Next, bagaimana kalau
ditolaknya sama satu manusia ?
Okeyy, here we go. I don’t
want to say that’s not hurt. It’s a big lie if I say its not hurt. Penolakan
itu mengecewakan, menyedihkan, nguras air mata. Apa itu salah ? No. Itu normal.
Bahkan mungkin bukan hanya mengecewakan, tetapi amat sangat mengecewakan. Part
yang paling menyedihkan adalah saat kita yang tertolak mulai menyalahkan diri
kita sendiri karena sebuah penolakan.
“Apa aku kurang cantik
ya ?”
“Apa aku kurang
perhatian ?”
“Apa aku gak bisa
ngertiin dia?”
“Apa aku kurang baik ya
?”
“Apa aku memang
mengecewakan ya ?”
“Apa aku memang seburuk
itu ?”
Dan sekelumit
pertanyaan lain, yang intinya “aku unworthy, aku ga pantes buat dimiliki
siapa-siapa”. Hey, itu bukan salahmu. Aku percaya mereka yang tertolak sudah
melakukan banyak hal untuk memenuhi kualifikasi.
Terus, kenapa aku masih
ditolak ? Jawabannya “bukan kamu yang dia cari”
Analoginya gini. Kamu
lagi cari pisau buat motong daging, tapi yang tersedia pisau makan. Sebagus
apapun pisau makannya, ya ga bakal kalian lirik, karena emang bukan itu yang
kalian cari. See ?
Bukan masalah kurang
baik, kurang cantik, kurang ini, kurang itu. Tapi memang bukan kita yang
dicari. Bukankah setiap orang punya hak untuk menolak ? Dan bukan salah kita
jika akhirnya kita ditolak. Meskipun secantik dan sebaik malaikat, kalau memang
bukan kita yang dicari yaudah bukan.
Penolakan memang
situasi yang tidak menyenangkan. Boleh kok menangis, boleh kok kecewa, boleh
kok kalian marah. But, berhenti untuk menyalahkan dirimu sendiri. Siapa lagi
yang bakal bangga atas dirimu, kalau kamu yang punya jiwa raga malah ga ada
berhentinya nyalahin ?
Jadi, apa yang harus dilakukan jika ditolak ?
1. Bersedihlah.
Why ? Kan udah dibilang diawal, penolakan itu mengecewakan. Silahkan bersedih secukupnya. Silahkan putar playlist yang mendukung. Menangislah.
2. Write
Apa yang perlu ditulis ? Amarahmu, kekecewaanmu, atau apapun yang gak bisa dikatakan secara langsung. Believe me, ini melegakan.
3. Take a deep breath
Setelah selesai menangis, setelah selesai meluapkan amarah dan semua kekecewaan, tarik nafas panjang. Feel it. Rasakan juga kalau bebanmu juga hilang bersama hembusan nafas.
4. Write
Apa lagi yang harus ditulis ? Setelah tadi menulis semua amarah, now your time untuk menuliskan semua kelebihanmu. Tulis kalimat kalau kamu cantik, kamu worth it, kamu pantas, kamu berkualitas, kamu pintar, dan kalimat positif lainnya. Kalau perlu setelah nulis, baca di depan kaca.
5. Me time
Jelas hal ini perlu dilakukan untuk ngembaliin mood yang udah ga karuan.
6. Upgrading skills
Ini
nih yang perlu banget. Setelah ditolak, setelah mood kita balik, setelah kita
tau kudu gimana, yuk mari kita naikin kualitas diri. Kenapa ini perlu ? Untuk
membuat mereka yang menolakmu menyesal. Eits no, kalau tujuan upgrading skill
adalah untuk mengesankan orang lain, nanti jatuhnya kecewa lagi. Hal ini perlu,
supaya kita jadi semakin berkualitas. Untuk siapa ? Do it for yourself. Toh
pada akhirnya nanti, yang berkualitas akan mendapatkan tempat dan penerima yang
sesuai kan ?
7. Ini reminder untuk kita semua. Its okey
ditolak manusia, yang penting gak ditolak sama Pemilik Semesta. True ? Gapapa ditolak. Allah gamau kamu accepted ditempat yang keliru.
Believe me, apa yang datang akan selalu lebih baik dari apa yang pergi.
Semangat !!

Comments
Post a Comment