Posts

Aku tutup bukunya ya :)

(Judul blog kali ini adalah "lets close the book". Ya benar, mari kita tutup bukunya. Mari kita akhiri cerita itu untuk sementara waktu. Cerita yang mana? Yaa yang ini.  Tidak sampai hati aku untuk menceritakan isi ceritanya, jadi tulisan ini hanya ucapan terimakasih untuk para pemainnya) Teruntuk, - Apa kabar? Semoga harimu selalu menyenangkan ya. Jadi apa kesibukanmu hari ini? Mengisi belasan logbook? Masih berkutat dengan banyak permainan coding? Semangat ya, aku tahu kamu bukan tipe orang yang suka berdiam diri tanpa kegiatan :)   Terima kasih, ya. Terima kasih untuk semua bantuan yang pernah diberikan. Terima kasih untuk jalan-jalan dan obrolan ga jelas sepanjang jalan. Terima kasih untuk banyak pesan selamat tidur tanpa ucapan selamat pagi wkwkw Terima kasih untuk mantel dan helm saat hujan kala 31 Desember lalu Terima kasih untuk setiap pertanyaan "bagaimana harimu hari ini? senang?" Terima kasih untuk susu ultramilk rasa cokelat :) ...

Beliau juga pertama kali jadi orangtua

Image
  Hello, its been a long day tidak menulis di blog. Tapi rasanya hari ini ingin, menumpahkan apa yang sedang dirasakan. Sekitar 2 bulan terakhir diberi tanggung jawab untuk jadi volunteer disalah satu platform yang concern dibidang psikis remaja. Kebetulan disana aku mendapat amanah untuk menjadi teman bicara yang tugasnya adalah mendengar dan memberikan solusi kepada remaja yang bercerita terkait masalahnya (selama masalah itu tidak perlu ditangani oleh expert), tetapi tetap dalam prakteknya aku harus konsultasi dengan konselor sebelum merespon remaja-remaja ini. I dunno why, tapi hampir semua remaja yang cerita ke aku topik masalahnya adalah dengan orangtuanya. Mulai dari orangtua yang straight banget, orangtua yang ga ngijinin buat daftar kuliah, orangtua yang selalu ngejelekin putra-putrinya di depan keluarga besar, dan sekelumit cerita yang lain. To be honest, aku juga sedang struggling di topik yang sama dengan mereka sebenernya. Aku tumbuh besar di keluarga yang rump...

Random Talk at Night

Image
Hari ini hari kesekian libur kuliah dan as always kalau liburan isi kepala hobi banget ngajak war . Selalu overthinking tentang hal-hal yang receh, selalu ngerasa kesepian dan akhirnya feeling unworthy . Udah hafal banget, kalau masa liburan pasti mentalnya kaya gini. Pelarian terbaik adalah baca-baca di Quora. Milih topik yang berat biar kepalanya mikirin sesuatu yang pantes buat dipikirin dan berenti ngerasa kesepian. Dan kemudian, aku nemu sebuah cerita tentang perempuan paruh baya yang pernah nyoba buat bunuh diri tapi gagal. I think , itu adalah kegagalan yang patut disyukuri. Sebenernya banyak banget cerita kaya gitu diQuora, tapi yang menarik perhatian adalah si writer menunjukkan luka bukti dia pernah bunuh diri. Gambarnya cuma bekas luka melintang deket jempol tangan. Mmmm no , writer nya bukan orang yang aku kenal kok wkwkw. Tapi, bekas lukanya bikin aku liat tanganku sendiri. Yass, I have similar scar , di lengan tangan bagian bawah. I got this scar udah lama banget...

Self Love

Image
Akhirnya balik nulis lagi setelah sekian lama riweh dengan banyak hal. Eh tapi dari keriwehan itu akhirnya kepikiran buat nulis tentang ini. Beberapa bulan terakhir diuji banget emang. Masalahnya klasik sih, tapi dari sana jadi tertanam banget apa itu yang namanya self love . Jadi, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri adalah mengenal dan menerima diri kita. Menerima dengan sadar kelebihan kita dan tidak berhenti untuk terus mengembangkan diri. Menerima semua kekurangan kita dan gak jadi minder karena hal itu. Mencintai diri sendiri berarti tau apa yang sedang dibutuhkan dan berusaha memenuhinya dengan cara kita sendiri. Mencintai diri sendiri berarti tau dengan sadar kalau kebahagiaan itu tidak bisa dicari, tapi dibentuk dari diri sendiri. Bisa dibilang, self love ini bentuk rasa syukur kita atas apapun yang melekat di tubuh kita. Kenapa harus mencintai diri sendiri ? Anggep aja tubuh kita adalah rumah. Kalau bukan kita yang merawat, merapikan, membersihkan, terus siapa...

Why Do We Have To Delete Someone's Contact ?

Image
Why do we have to delete someone’s contact? Ini adalah tulisan kesekian yang ditulis tanpa riset literasi yang luas, ditulis berdasar pengalaman pribadi dan orang sekitar. Why you must delete someone’s contact? Why you must unfollow someone’s Instagram? Why you must hide someone’s WhatsApp stories? The reason is, for your own comfort and serenity. Apakah ini tindakan jahat dan kekanak-kanakan ? I don’t think so. Setiap orang berhak melakukannya, mereka punya self boundaries tentang apa yang mau mereka lihat dan apa yang mau mereka simpan. Bukankah kita sering mendengar petuah “yang bisa kita kendalikan itu ya diri kita sendiri, bukan orang lain”, jadi ya…  jika menyimpan kontak seseorang atau memfollow instagram seseorang membuat kita merasa tidak nyaman, membuat kita banyak “julid”, I think it would be better if we delete/unfollow it . Apakah ini tindakan tidak dewasa dan terkesan lari dari permasalahan ? Ini bukan lari dari permasalahan, tapi menghindari terjadinya sebuah ...

How to Welcomes New Online Semester

Image
#How to welcomes new online semester Liburan akan segera usai dalam hitungan hari. Tak lama lagi, kita akan memulai semester baru. Biasanya, mahasiswa rantau akan mulai kembali ke kota tempat mereka belajar. Membersihkan kamar kost, berbelanja kebutuhan pokok, membeli isi binder, membuat jadwal kuliah baru, dan segala persiapan lain. Sayangnya, kita memulai semester baru di tengah pandemi seperti ini. Tidak perlu repot-repot packing untuk segera kembali ke perantauan, tidak perlu membersihkan kamar kost, tidak perlu membeli isi binder, dan tidak perlu bersiap-siap. Wait , kata siapa kita tidak perlu bersiap-siap untuk menyambut semester baru ? We must prepare, even in pandemic . Jadi, apa yang harus dilakukan untuk menyambut semester baru ? Berikut tips singkat untuk menyambut semester barumu. Here we go ! 1.       Make your cozy place for study Kuliah online memang menyenangkan, kita bisa bebas melakukannya even dengan rebahan juga. Namun, akan leb...

#UntukKitayangMengalamiPenolakan

Image
Tulisan ini dibuat tanpa riset literasi apapun, ditulis dari hati berdasar pengalaman diri sendiri dan orang sekitar. Jadi ? Siapa yang pernah terhindar dari penolakan ? Setiap orang pasti pernah mengalami apa yang namanya “ditolak”, “tidak diterima”, atau sejenis istilah lain yang intinya sama “not accepted”. Apapun namanya, bagaimanapun cara mengatakannya, dimanapun tempatnya, yang namanya ditolak tidak akan membuat pihak yang tertolak bahagia. Bahkan orang yang ingin ditolak pun tetap akan merasa sedikit “berpikir” ketika benar-benar menerima penolakan yang ia inginkan. Kenapa harus ada penolakan ? Hmm, sekarang kita balik pertanyaannya. Apa jadinya kalau semua diterima ? Banyak kemungkinannya. Kalian tau toples ? Satu toples aja, kadang gak muat buat nampung satu ball kue kiloan. Apa jadinya kalau dipaksakan ? Kuenya bakal ancur, bentuknya gak aesthetic lagi, tampilannya malah jadi jelek kan ? Kalian tau botol kecap ? Apa jadinya kalau dijadikan tempat cookies ? Cocok ?...