What Changed When You Were 20 Years Old ?
Apa yang berubah setelah berusia 20
tahun ?
Baik,
mari kita tulis. Kata orang usia 20 tahun adalah usia yang rentan dengan quarter life crisis dan sejuta
perubahan. Jadi sebenernya apa yang berubah ?Aku menulis ini menurut apa yang
terjadi, berdasar pengalaman di lapangan.
- 1. Mulai mempertanyakan “mau dibawa kemana ya hidup ini ?” Sebenernya pertanyaan ini muncul disetiap usia, sebuah kebingungan tentang hidup yang sudah berjalan sejak lama. Tapi untuk usia 20 tahun sendiri, aku pribadi mulai memikirkan banyak hal. Paling sering tentang ayah sama ibu yang sudah gak muda lagi dan tentang diri sendiri yang udah mulai tua tapi juga belum bisa ngasi apa-apa ke orangtua. Dari dulu emang ga pernah mikir gini ? Ya mikir juga tentunya, tapi gak se intens dan sesering saat menginjak usia 20 tahun.
- 2. Lebih bodo amat.
Bodo amat sama hal yang kaya gimana ?
Sama hal-hal yang menurut kita ga
penting. Ini pasti bakal terjadi lambat laun. Mulai cape buat ngurusin omongan
orang yang ga penting, mulai males buat ngedengerin ada gossip apa hari ini,
mulai ga peduli sama penilaian orang tentang kita yang ga bener. Ga tau juga
ini gimana proses terjadinya, tapi diri sendiri lebih kaya “udahlah serah, ga
ada untung ruginya juga”
- 3. Circle pertemanan mengerucut.
Nah ini sistemnya kaya seleksi alam sendiri. Awalnya punya temen banyak banget,
tapi lama-lama lebih nyaman sama yang itu-itu aja. Sama mereka yang bener-bener
care, sama mereka yang jujur mau berteman, sama mereka yang obrolannya satu
frekuensi. Tiba-tiba punya prinsip “mau temenan sama aku ya ayok, kalo nggak
yaudah gapapa”. Kalo dulu mungkin semisal ada temen yang ngejauh, pasti bingung
banget, tapi kalo sekarang (selama kita ga ngelakuin hal yang nyakitin dia)
yaudahlah itu keputusannya.
- 4. Males banget sama hubungan yang ga
tau arahnya mau dibawa kemana. Sejak masuk usia 20
tahun, udah ngerasa bukan umurnya kalo ditanya “sebenernya kita ini apa ?” trus
dijawab “yaudahlah ikutin alurnya”. Hm, tidak seperti itu, ini udah bukan
usianya buat bilang ngikutin alur pas ditanya tentang arah hubungan. Banyak
hal-hal dikehidupan yang perlu diprioritasin, yang jauh lebih penting . Apakah
tidak terlalu wasting time kalo kita
ngejalani hubungan yang kita sendiri ga tau ini mau dibawa kemana ? Kebanyakan hubungan yang diawali dengan
“yaudahlah ikutin alurnya” ujungnya ya juga ga kemana-kemana, paling ga jauh
dari ruang kenangan dan saling melupakan.
- 5. Mulai ngerti kalo harus tanggung
jawab sama emosi sendiri. Semakin tambah umur, semakin
kerasa kalo apa yang terjadi ke kita itu sebenernya ulah diri kita sendiri.
Bukankah apa yang kita rasakan adalah konsekuensi dari apa yang kita pilih
sebelumnya ? Pernah ada juga seseorang yang menulis “kita ga akan terluka,
kalau kita ga pernah mempersilahkan orang lain untuk melukai kita”. Kesannya
klise memang, tapi kenyataannya seperti itu bukan ? Tanpa sadar kita yang
memberi akses orang lain untuk melakukan sesuatu hal yang menyakitkan ke kita.
Jadi ya, tanggung jawab atas setiap emosi yang ada didirimu. Berhenti
menyalahkan orang lain atas apa yang kita rasakan. Kalau sedih, silahkan handle sendiri, kalau marah ya ayok
diredam sendiri, tanpa perlu menyalahkan siapapun. Bukankah itu lebih cepat dan
lebih menenangkan ? Toh menyalahkan orang lain atas emosi yang kita rasakan juga
belum tentu akan melegakan, semakin memperumit bisa jadi.
Terus kita kudu ngapain kalo udah di usia 20 tahum ? Its up to you. Yaudah diterima aja. Tidak ada standart paten tentang hidup di usia 20 tahun harus mendapat apa saja bukan ? Tapi bukan berarti lantas kita bisa terus bermain-main seenaknya. Sangat penting untuk tetap memberi respon positif pada tubuh, cintai dirimu dan hargai dirimu sendiri yang udah nemenin kamu hidup 20 tahun, yang udah kuat bertahan sampe dititik ini.
Tetaplah jadi orang yang punya kendali penuh atas hidupmu dan jangan pernah berhenti untuk menjadi baik. Selamat mendaki lebih tinggi

Comments
Post a Comment